INJIWARRIOR

Injiwarrior.com adalah portal berita lingkungan yang menyampaikan informasi edukatif serta informasi tentang pengungkapan, pencegahan maupun penindakan kasus - kasus kejahatan satwa liar dan pengrusakan hutan di Indonesia. Kami menyampaikan berita yang berkualitas dan berupaya menerapkan standar tinggi jurnalisme dalam meliput peristiwa dan menuliskannya secara tajam, cerdas dan berimbang.

DETAIL FOTO


Goa Loyang Mendale merupakan situs purba dan menjadi pusat penelitian pemerintah Aceh-Sumut. Injiwarrior/ Bisa Munte

Kabar Alam

Menelusuri Asal Orang Gayo di Goa Loyang Mendale,Takengon

29 Juli 2022 15:30:29 WIB 29 Juli 2022 15:57:07 WIB



Injiwarrior, Takengon - Sebuah kampung di Mendale, Kecamatan Kabayakan, Takengon, Aceh Tengah, terdapat cerita nusantara yang unik tentang keberadaan manusia purbakala. Di tempat tersebut ditemukan sebuah gua yang di sebut Goa Loyang Mendale.

Goa Loyang Mendale atau Ceruk Mendale, salah satu objek wisata di Takengon, Aceh Tengah yang mulai ramai dikunjungi wisatawan. Satu dekade terakhir, beberapa situs purba di sekitar Danau Lut Tawar menarik perhatian para arkeolog, yaitu Loyang Mendale, Ujung Karang, dan Putri Pukes. Ketiga situs ini menyimpan banyak temuan jejak manusia purbakala di Indonesia dalam berbagai bentuk dan kondisi dengan kisaran usia mulai dari 3,000 hingga 8,400  tahun yang lalu.

Penemuan di Aceh Tengah ini merupakan salah satu situs penemuan arkeologi terlengkap mengenai arus penyebaran ras Austronesia dan Mongoloid di Indonesia. Situs Arkeologi Loyang Mendale berada di tebing bebatuan kapur di tepian Danau Lut Tawar yang hanya berjarak beberapa menit dari pusat Kota Takengon.

Salah satu temuan arkeologi di area ini mencakup fragmen gerabah berpola hias teknik lukis yang diperkirakan berusia 3,000 tahun lalu. Pola-pola hias dengan motif huruf X dan huruf S berwarna merah ini diprediksi sebagai awal dari perkembangan motif Kerawang Gayo yang masih ditekuni hingga sekarang dalam pakaian dan arsitektur tradisional masyarakat Gayo.

Anyaman rotan berusia 4,400 tahun lalu juga ditemukan di situs Loyang Ujung Karang. Temuan anyaman rotan dan pola hias dalam gerabah ini menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar Danau Lut Tawar telah menyadari aspek estetika sejak lama, yang kemudian berkembang menjadi kesenian tradisional setempat.

Di dalam goa purba tersebut juga terdapat  kerangka manusianya. Seluruh kerangka yang ditemukan berada dalam posisi kaki terlipat. Beberapa dari kerangka itu juga menghadap ke posisi timur, ke arah matahari terbit yang merepresentasikan kelahiran kembali.

Bahkan ditemukan juga kerangka dengan tempayan yang diprediksi berfungsi sebagai bekal kubur, terletak disamping dan di atas dada kerangka. Semua sistem penguburan purbakala itu mengindikasikan bagaimana masyarakat purba yang mendiami daerah ini telah mengenal religi atau kepercayaan akan kehidupan setelah kematian, bahkan sejak masa itu.

Kisah mengenai asal orang Gayo yang masih harus dibuktikan kebenarannya. Berdasarkan riset, kerangka manusia purbakala di Loyang Mendale g memiliki kedekatan hubungan genetik dengan orang Gayo saat ini. Fakta itu menunjukkan bahwa manusia kuno yang mendiami sekitaran Danau Laut Tawar sejak 8,500 tahun yang lalu, berkembang dan berketurunan menjadi masyarakat Gayo yang kita kenal hari ini. Menempatkan masyarakat Gayo sebagai salah satu suku tertua di Nusantara.
Injiwarrior/ Bisa Munte